Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2007

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru tersenyum. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biarku perbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru, “setelah itu kau minum airnya.”

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air masin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru tersenyum lagi melihat wajah muridnya yang meringis kemasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa masin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa masin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya qalbu (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

Advertisements

Read Full Post »

Selamat Tahun Baru 1428H

Esok seluruh umat Islam akan sambut thn baru 1428H. Segala yg terjadi sepanjang thn 1427H tggl kenangan..kekal dlm lipatan sejarah yang pastinya akan kembali dibongkar tatkala mengadap Ilahi, suatu hari nanti.. pasti

Semoga thn 1428H menjanjikan kebaikan dan membawa keberkatan utk umat manusia seluruhnya. Sama2 kita semua bermuhasabah, menilai diri agar segala kesilapan, kesalahan, & kelemahan yg dilakukan selama ini tidak kita ulangi.

Semoga sama2 kita dpt berhijrah drp yg buruk kpd yg baik..yg x elok kpd yg elok..yg lemah kpd lebih produktif.. dan lain2 lagilah yg x elok tu kpd yg baik2 dan mulia.

Selamat Tahun Baru 1428H

Read Full Post »

Salam taaruf..

testing..testing.. one,two, three.. satu,dua,tiga.. testing..testing.. one, two, three.. clear.. ok. Salam perkenalan..setelah sekian lama aku tengok member2 berkecimpung dlm arena blog, arini aku pn turut memblogkan diri..hehehe. slps terkial2 depan pc, ni la coretan pertama kt blog. pasni kena blajar skit ngan kengkawan y lebih terer cmna nk organise blog ni bg “cun” skit..

Read Full Post »